SUNGAI EUFRAT YANG DIGAMBARKAN RASUL SAW
EUFRAT adalah sungai terpanjang di kawasan Asia bagian barat, panjang mencapai 2,781 KM dimulai dari Anatolia Turki sampai Teluk Persia. Jalur sungai Eufrat melewati tiga negara, yakni Turki, Suriah dan Iraq.
Islam memiliki perhatian penting mengenai sungai Eufrat, karena Rasulullah Shalallahu'alaihi wassalam pernah mengaitkan sungai ini dengan peperangan yang akan terjadi di akhir zaman. Ini merupakan peringatan bagi kita semua bahwasannya fakta mengeringnya sungai Eufrat merupakan tanda kiamat sudah sangat dekat.
Rasulullah bersabda : "Hari kiamat tidak akan terjadi sampai sungai Eufrat (mengering lalu) menyingkapkan gunung emas. Orang-orang saling membunuh untuk memperebutkannya. Terbunuhlah pada setiap 100 orang itu 99 orang, namun masing-masing dari mereka berkata, Barangkali aku yang menjadi orang yang selamat itu." (HR. Muslim)
Rasulullah juga bersabda dalam riwayat lain yang artinya : "Sudah dekat suatu masa dimana sungai Eufrat akan menjadi surut airnya lalu ternampak perbendaharaan daripada Emas, maka barangsiapa yang hadir disitu janganlah ia mengambil sesuatupun daripada harta itu." (HR. Bukhari-Muslim)
Rasulullah mengisyaratkan bahwa akan datang suatu masa dimana sungai Eufrat akan mengering. Jika telah datang masa itu, maka sesungguhnya itu adalah masa dimana akan terjadi peperangan besar yang akan memperebutkan 'gunung emas'. Peperangan melibatkan banyak manusia dari berbagai tempat. Terkhusus untuk umat islam Rasulullah mewasiatkan agar tidak mengambil apapun yang ada pada Eufrat ini.
Surat kabar The New York Times telah menerbitkan sebuah laporan penelitian yang dilakukan oleh NASA dan Universitas California, kedua lembaga ini telah meneliti sistem sungai di Timur Tengah. Para ilmuwan menemukan sejak tahun 2003, debit air sepanjang sungai Tigris dan Eufrat dari mulai Turki, Suriah, Irak dan Iran telah kehilangan sebanyak 144 Juta Kilometer Kubik, artinya sungai ini semakin mengering, begitu pemaparan Irvine dari NASA dan Universitas California dalam siaran pers bersama para peneliti mengatakan sekitar 60% dari kerugian air ini adalah akibat pompa-pompa air yang terus menghisap air tanah.
Pada tahun 1983 Turki membangun sebuah bendungan raksasa dengan tinggi 169 M dan panjang 1,820 M bernama bendungan Attaturk. Bendungan ini menyebabkan berkurangnya sepertiga debit air, bahkan pada fase pertama pembangunan bendungan selesai yakni tahun 1990, turki menahan seluruh aliran sungai Eufrat selama sebulan untuk memulai pengisian waduk. Pembangunan waduk tersebut ditentang oleh 2 Negara lainnya, Suriah dan Irak mengaku mengalami kekurangan air yang sangat ekstrem akibat proyek besar itu. Permasalahan ini selalu menjadi polemik yang mencuat diantara ketiga negara tersebut, bagaimana tidak, wilayah Turki menjadi begitu subur dengan adanya bendungan tersebut. Namun tidak demikian dengan Suriah dan Irak. Hal ini menimbulkan polemik antar tiga negara dan kini merambat ke banyak negara lainnya. Banyak orang yang sudah mulai khawatir bahwa apa yang disebutkan Nabi SAW mulai menjadi kenyataan, yakni ketika sungai Eufrat mulai mengering. Maka setelahnya akan diikuti dengan perang.
Sekarang dapat kita lihat negara-negara yang dilalui sungai Eufrat dalam gejolak perang yakni Suriah dan Irak, sedangkan kondisi Turki "tidak lebih baik". Turki baru saja mereda dalam kudeta beberapa tahun yang lalu dan juga terkena imbas perang yang terjadi di kedua negara tersebut. Padahal "Gunung Emas" itu belum muncul secara dhohir.
Gunung Emas yang dikabarkan oleh Nabi SAW apakah maknanya memang sebuah gunung emas? atau hanya sekedar kiasan, kiasan dari sesuatu yang sangat bernilai dengan jumlah yang luar biasa besar. Apakah yang dimaksud adalah "Emas Hitam", sebuah bahasa kiasan dari hasil bumi, Batubara, Minyak Mentah, Gas Alam, Bijih Besi, Timah, Aspal, dan hasil-hasil bumi yang lain yang sangat berharga.
Wallahu 'alam
Dinukil dari Ensiklopedia


Posting Komentar